PT. Dermaga Indonesia menyediakan jasa pengiriman logistik untuk membantu importir mengatur pengiriman barang dari China ke Indonesia, mulai dari pengecekan kebutuhan kargo, pilihan jalur laut, dokumen, sampai koordinasi pengiriman ke tujuan.
Berapa Biaya Pengiriman Kontainer dari China ke Indonesia?
Kisaran biaya pengiriman kontainer dari China bergantung pada pelabuhan asal, pelabuhan tujuan, ukuran kontainer, jenis layanan, dan kondisi pasar. Estimasi di bawah dapat menjadi acuan awal sebelum meminta penawaran harga resmi.
| Rute pengiriman | Jenis kontainer | Estimasi biaya laut | Perkiraan waktu kirim | Catatan |
| Shanghai ke Jakarta | 20 feet | USD 800 sampai USD 1.300 | 10 sampai 14 hari | Cocok untuk barang umum dan volume menengah |
| Shanghai ke Jakarta | 40 feet | USD 1.400 sampai USD 1.800 | 10 sampai 14 hari | Lebih hemat per meter kubik untuk volume besar |
| Shenzhen ke Jakarta | 20 feet | USD 700 sampai USD 1.500 | 10 sampai 16 hari | Banyak dipakai untuk elektronik dan barang retail |
| Shenzhen ke Jakarta | 40 feet | USD 1.250 sampai USD 1.750 | 10 sampai 16 hari | Perlu cek ruang kapal lebih awal |
| Ningbo ke Jakarta | 20 feet | USD 650 sampai USD 1.250 | 11 sampai 16 hari | Pilihan populer untuk manufaktur dan bahan baku |
| Ningbo ke Jakarta | 40 feet | USD 1.400 sampai USD 1.900 | 11 sampai 16 hari | Cocok untuk pengiriman rutin |
| Guangzhou ke Surabaya | 20 feet | USD 750 sampai USD 1.600 | 12 sampai 20 hari | Biaya bisa naik saat musim ramai |
| Guangzhou ke Surabaya | 40 feet | USD 1.500 sampai USD 2.600 | 12 sampai 20 hari | Sesuai untuk barang skala besar |
| Qingdao ke Surabaya | 20 feet | USD 700 sampai USD 1.400 | 14 sampai 22 hari | Rute lebih panjang dari China bagian selatan |
| Qingdao ke Surabaya | 40 feet | USD 1.500 sampai USD 2.400 | 14 sampai 22 hari | Perlu cek jadwal kapal lebih detail |
Estimasi di atas belum termasuk bea masuk, PPN impor, PPh impor, biaya dokumen, asuransi, trucking, storage, dan biaya pemeriksaan bila ada. Harga final perlu dihitung berdasarkan data barang, HS code, nilai invoice, volume, berat, dan alamat tujuan.
Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pengiriman Kontainer dari China
Biaya impor tidak selalu sama meski barang dikirim dari negara yang sama. Perbedaan rute, jenis barang, dan kebutuhan layanan bisa membuat harga berubah cukup besar.
1. Ukuran dan Jenis Kontainer
Kontainer 20 feet biasa dipilih untuk volume menengah. Kontainer 40 feet lebih sesuai untuk barang dengan volume besar. Dari sisi total biaya, 40 feet memang lebih mahal. Dari sisi biaya per meter kubik, 40 feet biasanya lebih hemat.
Jenis kontainer juga berpengaruh. Kontainer standar memiliki harga lebih rendah dibanding reefer, flat rack, dan open top. Barang yang membutuhkan suhu khusus, bentuk tidak biasa, dan penanganan khusus membutuhkan biaya lebih tinggi.
2. Pelabuhan Asal dan Tujuan
Pelabuhan besar seperti Shanghai, Shenzhen, Ningbo, Guangzhou, dan Qingdao memiliki jadwal kapal yang beragam. Adapun pelabuhan tujuan seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang juga memiliki biaya lokal yang berbeda.
Rute dengan jadwal kapal padat biasanya memberi pilihan harga lebih luas. Rute yang membutuhkan transshipment dapat memakan waktu lebih panjang dan biaya lebih tinggi. Karena itu, pemilihan pelabuhan perlu disesuaikan dengan lokasi supplier dan alamat akhir di Indonesia.
3. Volume Barang dan Jenis Layanan
Untuk barang satu kontainer penuh, FCL biasanya lebih sesuai. Untuk barang kecil, LCL dapat membantu menekan biaya awal karena importir hanya membayar ruang yang dipakai. Jenis layanan juga mempengaruhi biaya pengiriman kontainer dari China.
Layanan port to port hanya menghitung pengiriman antar pelabuhan. Layanan door to door mencakup pengambilan barang, pengiriman laut, proses dokumen, dan pengantaran sampai alamat tujuan.
4. Musim Pengiriman dan Kondisi Pasar
Tarif kapal bisa naik saat permintaan tinggi. Periode menjelang libur panjang China, akhir tahun, dan musim belanja global biasanya membuat ruang kapal lebih cepat penuh. Kondisi bahan bakar, kurs dolar, kepadatan pelabuhan, dan kebijakan perdagangan juga dapat mengubah harga. Importir sebaiknya meminta penawaran terbaru sebelum barang siap dikirim agar estimasi budget tidak meleset.
Cara Menghitung Biaya Kirim Kontainer dari China
Menghitung biaya impor perlu dimulai dari data barang yang akurat. Importir sebaiknya mencatat ukuran, berat, jumlah karton, nilai invoice, HS code, pelabuhan asal, pelabuhan tujuan, dan alamat akhir.

Source: Freepik
Data ini menjadi dasar untuk menentukan jenis pengiriman, kebutuhan dokumen, sampai estimasi biaya lokal di Indonesia. Dalam perhitungan biaya pengiriman kontainer dari China, beberapa komponen yang perlu masuk ke hitungan meliputi:
- Harga barang sesuai invoice
- Biaya ocean freight dari pelabuhan China
- Asuransi pengiriman bila dibutuhkan
- Bea masuk sesuai HS code
- PPN impor dan PPh impor
- Biaya dokumen, handling, dan pemeriksaan bila ada
- Biaya trucking dari pelabuhan ke gudang
Setelah semua komponen dihitung, importir bisa mengetahui landed cost, yaitu total biaya sampai barang diterima. Dari angka ini, bisnis bisa menentukan harga jual dan margin dengan lebih aman.
Simulasi sederhana:
Barang dikirim dari Shenzhen ke Jakarta menggunakan LCL sebesar 5 CBM. Tarif freight diasumsikan USD 80 per CBM, maka biaya laut menjadi 5 x USD 80 = USD 400.
Setelah itu, tambahkan biaya dokumen, handling pelabuhan, asuransi, pajak impor, dan trucking lokal. Jika estimasi biaya tambahan mencapai USD 350, total sementara menjadi USD 750. Nilai ini masih perlu disesuaikan dengan kurs, jenis barang, dan ketentuan kepabeanan yang berlaku.
Pengiriman FCL vs LCL, Mana yang Lebih Murah?
FCL dan LCL memiliki fungsi berbeda. Pilihan paling murah bergantung pada volume barang, jadwal kirim, dan risiko penanganan.
| Aspek | FCL | LCL |
| Arti layanan | Satu kontainer dipakai untuk satu pengirim | Satu kontainer dipakai bersama beberapa pengirim |
| Cocok untuk | Barang volume besar dan pengiriman rutin | Barang kecil sampai menengah |
| Cara hitung biaya | Per kontainer | Per CBM |
| Estimasi biaya | Lebih tinggi di awal | Lebih rendah untuk volume kecil |
| Biaya per unit | Lebih hemat untuk muatan penuh | Bisa mahal bila volume makin besar |
| Waktu proses | Biasanya lebih cepat karena tidak perlu konsolidasi banyak barang | Bisa lebih lama karena menunggu gabungan kargo |
| Risiko penanganan | Lebih rendah karena barang tidak bercampur | Lebih tinggi karena ada proses bongkar muat gabungan |
| Pilihan yang disarankan | Volume mendekati satu kontainer | Volume kecil di bawah kebutuhan FCL |
Jika volume barang sudah besar, FCL biasanya lebih murah secara total per unit. Jika barang masih sedikit, LCL lebih aman untuk budget awal. Untuk menentukan pilihan, bandingkan total CBM, nilai barang, urgensi pengiriman, dan biaya lokal di Indonesia.
Berapa Lama Pengiriman Kontainer dari China ke Indonesia?
Waktu kirim laut dari China ke Indonesia umumnya berada di kisaran 10 sampai 30 hari. Waktu ini dihitung dari jadwal kapal, rute, proses pelabuhan, dan kepadatan pengiriman.
| Rute | Jenis layanan | Estimasi waktu laut | Catatan |
| Shanghai ke Jakarta | FCL | 10 sampai 14 hari | Rute populer dengan jadwal cukup padat |
| Shenzhen ke Jakarta | FCL | 10 sampai 16 hari | Cocok untuk barang dari China selatan |
| Ningbo ke Jakarta | FCL | 11 sampai 16 hari | Banyak dipakai untuk barang manufaktur |
| Guangzhou ke Surabaya | FCL | 12 sampai 20 hari | Bisa lebih lama bila ada transshipment |
| Qingdao ke Surabaya | FCL | 14 sampai 22 hari | Jarak lebih panjang |
| China ke Jakarta | LCL | 11 sampai 18 hari | Butuh waktu konsolidasi barang |
| China ke Semarang | FCL | 12 sampai 20 hari | Tergantung jadwal kapal |
| China ke Medan | FCL | 14 sampai 25 hari | Jadwal perlu dicek sejak awal |
Estimasi tersebut belum termasuk waktu produksi barang, pengambilan dari pabrik, proses dokumen, pemeriksaan bea cukai, dan pengiriman ke alamat akhir. Untuk kebutuhan bisnis, jadwal pengiriman sebaiknya dibuat dengan buffer beberapa hari.
Gunakan Jasa Pengiriman Kontainer dari China yang Terpercaya
Memilih jasa pengiriman perlu dilakukan dengan cermat, karena proses impor melibatkan banyak tahap. Mulai dari pengecekan barang, jadwal kapal, dokumen, kepabeanan, sampai pengiriman ke alamat tujuan. Jika sejak awal koordinasinya kurang jelas, risiko keterlambatan dan biaya tambahan bisa lebih besar. Penyedia logistik yang tepat biasanya memiliki beberapa hal penting:
- Rincian biaya yang jelas sejak awal
- Tim yang memahami rute China ke Indonesia
- Layanan pelanggan mudah dihubungi
- Bantuan dokumen impor dan kepabeanan
- Estimasi waktu kirim yang realistis
- Informasi status pengiriman yang rapi
Dengan pendampingan yang tepat, importir bisa menghitung biaya pengiriman kontainer dari China secara lebih akurat. PT. Dermaga Indonesia membantu pelaku usaha mengatur kebutuhan pengiriman, baik untuk FCL maupun LCL. Tim dapat membantu menyesuaikan pilihan layanan dengan jenis barang, volume, rute, dan kebutuhan distribusi di Indonesia.
FAQ
Estimasi biaya 20 feet berada di kisaran USD 600 sampai USD 1.500. Untuk 40 feet, estimasinya sekitar USD 850 sampai USD 2.500. Harga final bergantung pada rute, ukuran kontainer, jenis barang, dan layanan yang dipilih.
Belum tentu. Banyak penawaran hanya mencakup ocean freight. Importir tetap perlu menghitung bea masuk, PPN impor, PPh impor, dokumen, handling, dan biaya lokal lain.
LCL lebih murah untuk volume kecil. FCL lebih hemat untuk barang yang hampir memenuhi satu kontainer. Perbandingan terbaik perlu dilihat dari total CBM, berat, nilai barang, dan jadwal kirim.
Rata-rata pengiriman laut membutuhkan 10 sampai 30 hari. Rute utama ke Jakarta bisa lebih cepat, sedangkan rute dengan transshipment dapat memakan waktu lebih panjang.
Dokumen utama meliputi invoice, packing list, bill of lading, HS code, dokumen perizinan bila diperlukan, dan data pendukung sesuai jenis barang.
Ya. PT. Dermaga Indonesia dapat membantu kebutuhan logistik impor dari China ke Indonesia, termasuk perencanaan rute, estimasi biaya, koordinasi dokumen, dan pengiriman lanjutan.
Hitung Biaya Impor Lebih Detail Bersama PT. Dermaga Indonesia
Biaya pengiriman kontainer dari China perlu dihitung dengan data yang jelas. Rute, ukuran kontainer, jenis barang, pajak impor, dan pengiriman lokal akan membentuk total biaya sampai barang diterima.

Source: Freepik
Untuk bisnis yang ingin impor barang dari China, perencanaan logistik sejak awal dapat membantu menghindari salah hitung budget dan keterlambatan pengiriman. PT. Dermaga Indonesia siap membantu proses pengiriman kontainer, LCL, dan kebutuhan logistik impor lainnya.







