Dalam dunia logistik modern, jenis-jenis kontainer pengiriman jadi faktor penting untuk kelancaran pengiriman barang. Pemilihan kontainer yang tepat membantu menjaga kualitas produk, menekan biaya operasional, dan mempercepat proses distribusi.
Bagi bisnis ekspor dan impor, memahami jenis kontainer bukan hanya soal ukuran tapi juga tipe muatan yang cocok. Semua ini berpengaruh pada keamanan, efisiensi waktu, dan biaya pengiriman. Jika kamu sedang mencari jasa pengiriman logistik terpercaya, pastikan tahu dulu tipe kontainer mana yang sesuai untuk kebutuhan usahamu.
Apa itu Kontainer Pengiriman?
Kontainer pengiriman adalah peti baja standar yang dirancang untuk mengangkut berbagai jenis barang melalui laut, darat, dan udara. Ukuran dan tipe kontainer disesuaikan dengan jenis muatan agar pengiriman tetap aman dan teratur hingga sampai ke tujuan.
Beberapa keunggulan kontainer antara lain daya tahan kuat, bisa digunakan berulang kali, dan mudah dipindahkan antar moda transportasi. Selain itu, sistem standarnya memudahkan proses pemuatan di pelabuhan dan menekan risiko kerusakan barang selama pengiriman.
Jenis-Jenis Kontainer Pengiriman yang Umum Digunakan Industri Logistik
Memilih kontainer harus sesuai dengan karakteristik barang yang akan dikirim. Berikut daftar jenis-jenis kontainer pengiriman yang paling umum digunakan di industri logistik:
1. Dry Container
Dry container adalah jenis kontainer paling umum digunakan dalam industri pengiriman. Fungsinya untuk mengangkut barang-barang kering yang tidak membutuhkan kontrol suhu. Bentuknya tertutup rapat dengan dinding baja kuat guna melindungi muatan dari hujan, debu, dan cuaca ekstrem di laut.
Barang yang sering dikirim dengan dry container antara lain pakaian, sepatu, produk manufaktur, dokumen, peralatan rumah tangga, serta bahan mentah non-cair. Kontainer ini tersedia dalam ukuran standar 20 feet dan 40 feet. Dalam penggunaan massal, tipe ini juga lebih mudah disewa karena jumlah unitnya paling banyak tersedia di pelabuhan.
2. Reefer Container
Reefer container merupakan kontainer dengan sistem pendingin aktif yang mampu menjaga suhu tetap stabil selama perjalanan. Suhu diatur antara -25°C hingga +25°C tergantung kebutuhan produk yang dikirim.
Jenis-jenis kontainer pengiriman ini sangat penting untuk industri ekspor makanan dan minuman, seperti buah, sayuran, daging beku, ikan, produk olahan susu, hingga vaksin.
Dinding dalamnya memiliki lapisan insulasi untuk mencegah perubahan suhu akibat panas luar. Sistem pendinginnya juga bisa terhubung dengan daya kapal atau genset di darat, memastikan kesegaran produk sampai tujuan.
3. Open Top Container
Open top container memiliki bagian atap yang bisa dibuka, menggantikan penutup baja dengan terpal kuat yang dapat dikencangkan. Jenis kontainer ini berguna untuk memuat barang dengan tinggi melebihi kontainer standar.
Biasanya digunakan untuk mesin produksi besar, kayu gelondongan, bahan bangunan, atau komponen proyek industri. Barang dapat dimuat dari atas menggunakan crane. Material dindingnya sangat kokoh untuk menahan tekanan berat dan getaran saat transportasi.
4. Flat Rack Container
Flat rack container memiliki bentuk datar tanpa dinding samping maupun atap, hanya memiliki lantai baja dan rangka ujung. Desain seperti ini memudahkan pemuatan barang yang berukuran besar, panjang, atau berbentuk tidak beraturan.
Barang yang umum dikirim melalui flat rack container meliputi kendaraan berat, generator, peralatan industri, pipa baja, dan alat proyek konstruksi. Keunggulannya yaitu fleksibilitas tinggi karena memungkinkan barang diikat langsung ke rangka menggunakan sabuk pengaman logistik.
5. Tank Container
Tank container adalah kontainer berbentuk silinder, dibuat dari baja tahan karat dan dibungkus dengan rangka baja kuat. Biasanya digunakan untuk pengangkutan bahan cair seperti minyak, cairan kimia, minuman, atau bahan bakar.
Jenis-jenis kontainer pengiriman ini mengikuti standar keamanan internasional karena muatannya bersifat riskan. Setiap tangki memiliki sistem ventilasi, katup tekanan, dan lapisan pelindung panas.
Untuk bahan berbahaya, tank container wajib melalui uji kebocoran dan sertifikasi khusus. Penggunaan jenis ini menjamin keamanan selama pengiriman jarak jauh.
6. High Cube Container
High cube container memiliki tinggi tambahan sekitar 30 cm dibanding dry container biasa. Ruang ekstra ini sangat cocok untuk barang besar namun ringan seperti tekstil, busa, atau alat elektronik dalam jumlah banyak.
Jenis-jenis kontainer pengiriman ini membantu mengoptimalkan volume muatan tanpa menambah berat berlebih. Banyak perusahaan ekspor menggunakan high cube container untuk efisiensi biaya logistik. Kombinasi ukuran besar dan struktur kokoh meningkatkan kapasitas muat hingga 10 persen dibanding kontainer standar.
7. Double Door Container
Double door container dilengkapi akses di kedua ujungnya. Desain ini memudahkan bongkar muat karena pekerja bisa membuka dua sisi sekaligus. Proses loading jadi lebih cepat dan efisien di gudang besar dengan jalur lintasan ganda.
Jenis kontainer ini sering digunakan untuk pengiriman barang konstruksi, bahan bakar padat, serta material proyek yang memerlukan akses langsung dari dua arah. Struktur pintunya tahan korosi dan dilengkapi sistem pengunci ganda agar tetap aman selama perjalanan.
8. Half Height Container
Half height container, sesuai namanya, memiliki tinggi separuh dari kontainer standar. Dirancang khusus untuk mengangkut barang berat seperti tambang batu bara, bijih besi, batu, pasir, dan semen.

Source: Freepik
Kelebihan utamanya adalah kemudahan dalam proses bongkar muat karena posisi rendah memudahkan alat berat untuk mengisi dan mengeluarkan muatan. Dindingnya tebal dan kuat, sanggup menahan beban berat dengan aman. Beberapa model juga dilengkapi fitur bukaan atas untuk mempercepat proses pemuatan di lokasi proyek.
9. Ventilated Container
Ventilated container memiliki sistem lubang udara untuk menjaga sirkulasi di dalam ruang kargo. Biasanya digunakan untuk hasil pertanian yang butuh udara alami agar tidak berjamur atau berbau, seperti kopi, kakao, teh, dan rempah.
Ventilasi kecil di bagian samping dan ujung membantu menjaga suhu dan kelembaban udara. Kontainer ini sangat populer di negara penghasil komoditas tropis karena bisa menjaga aroma alami produk tetap utuh. Dindingnya tetap tertutup rapat untuk menghindari masuknya air hujan dan hama.
10. Platform Container
Platform container merupakan kontainer datar tanpa dinding dan atap, hanya terdiri dari lantai baja berat. Desain ini memungkinkan pemuatan objek dengan ukuran ekstrem seperti alat berat, kendaraan militer, turbin pembangkit, atau struktur baja besar.
Kontainer jenis ini ideal untuk pengiriman lewat kapal kargo khusus. Barang umumnya tidak dimasukkan ke dalam tetapi diikat pada lantai menggunakan sistem pengaman logistik standar. Platform container memberikan fleksibilitas tinggi bagi industri konstruksi dan peralatan mesin besar.
11. Insulated Container
Insulated container hampir mirip dengan reefer container, tetapi tanpa sistem pendingin aktif. Bagian dalamnya dilapisi bahan isolator untuk menjaga suhu tetap stabil tanpa perlu sumber daya listrik.
Biasanya dipakai untuk minuman kemasan, obat, bahan kimia sensitif, atau bahan pangan yang butuh perlindungan suhu dari panas luar. Jenis-jenis kontainer pengiriman ini menjaga kestabilan temperatur dalam durasi tertentu, cocok digunakan untuk perjalanan jarak menengah dengan kondisi iklim tropis seperti Indonesia.
Tabel Perbandingan Tiap Jenis Kontainer
| Jenis Kontainer | Fungsi Utama | Keunggulan Utama | Ukuran Umum |
| Dry Container | Barang kering | Serbaguna, mudah ditemukan | 20ft / 40ft |
| Reefer Container | Barang beku dan segar | Dilengkapi sistem pendingin | 20ft / 40ft |
| Open Top Container | Barang tinggi/berat | Mudah dimuat dari atas | 20ft / 40ft |
| Flat Rack Container | Barang besar atau berat | Fleksibel tanpa sisi | 20ft / 40ft |
| Tank Container | Cairan dan kimia | Aman, tahan bocor | 20ft |
| High Cube Container | Barang besar, ringan | Volume lebih luas | 40ft |
| Double Door Container | Barang cepat bongkar muat | Akses dua sisi | 20ft / 40ft |
| Half Height Container | Bahan tambang | Mudah diisi dari atas | 20ft |
| Ventilated Container | Produk pertanian | Udara mengalir alami | 20ft / 40ft |
| Platform Container | Barang berukuran besar | Tanpa dinding dan atap | 20ft / 40ft |
| Insulated Container | Barang sensitif suhu | Menjaga suhu tetap stabil | 20ft / 40ft |
FAQ Terkait Kontainer Pengiriman
Apa yang membedakan kontainer 20 feet dan 40 feet?
Perbedaannya terletak pada kapasitas dan panjang. Kontainer 40 feet memiliki volume dua kali lipat dari yang 20 feet, cocok untuk pengiriman dalam jumlah besar.
Apakah semua kontainer bisa digunakan untuk ekspor?
Tidak semua. Setiap negara punya standar kelayakan kontainer ekspor. Biasanya harus bersertifikat CSC (Container Safety Convention) agar layak digunakan.
Bagaimana cara menentukan kontainer yang tepat?
Pilih berdasarkan jenis barang, volume, dan kebutuhan suhu. Produk beku tentu butuh reefer container, sementara bahan kering aman dalam dry container.
Apakah kontainer bekas layak digunakan?
Bisa, asalkan kondisinya masih baik dan tidak ada kebocoran. Banyak perusahaan logistik memakai kontainer bekas untuk menekan budget operasional.
Berapa lama masa pakai kontainer?
Rata-rata kontainer bisa digunakan hingga 15 tahun tergantung perawatan dan kondisi operasionalnya.
Kirim Barang Lebih Aman Bersama PT Dermaga Indonesia
Memahami jenis-jenis kontainer pengiriman membantu bisnis kamu menjaga efisiensi dan kualitas barang. Pemilihan kontainer yang tepat juga berpengaruh pada biaya dan waktu pengiriman.

Source: Freepik
Jika kamu membutuhkan layanan logistik Dermaga Indonesia untuk ekspor, impor, atau distribusi lokal, kami siap membantu. Dengan armada lengkap, fasilitas modern, dan tim profesional, semua proses pengiriman jadi lebih cepat dan aman.







