Proses logistik internasional adalah rangkaian pengelolaan barang dari pemasok luar negeri hingga tiba di Indonesia secara aman dan sesuai aturan. Dalam alur ini, importir perlu memahami jenis barang yang boleh masuk dan barang yang dilarang impor agar pengiriman tidak tertahan di pelabuhan dan tidak menimbulkan masalah hukum.
Untuk importir, memahami regulasi dan karakter barang menjadi kunci agar tidak menyentuh kategori larangan impor. Saat bekerja sama dengan jasa pengiriman logistik, koordinasi rute, dokumen, dan jadwal pengiriman bisa diatur lebih terukur demi menjaga kelancaran pengiriman barang.
Daftar Barang yang Dilarang Impor ke Indonesia
Larangan impor dibuat untuk melindungi keamanan, kesehatan, lingkungan, dan stabilitas ekonomi nasional. Saat mengatur proses logistik internasional, importir perlu memastikan komoditas yang dibeli tidak masuk daftar barang dilarang.

Source: Freepik
1. Narkotika dan Psikotropika
Narkotika, psikotropika, dan prekursor tertentu tanpa izin instansi berwenang sama sekali dilarang masuk ke Indonesia. Pelanggaran impor narkotika bisa berujung pidana berat dengan ancaman hukuman tinggi.
2. Senjata Api dan Amunisi Ilegal
Senjata api, amunisi, dan perlengkapan sejenis dilarang diimpor tanpa izin resmi kepolisian. Barang yang dilarang imporini dikontrol ketat karena menyangkut keamanan dan potensi penyalahgunaan.
3. Bahan Peledak dan Bahan Kimia Berbahaya
Bahan peledak serta beberapa bahan kimia berbahaya hanya boleh masuk untuk kepentingan militer atau industri dengan izin sangat terbatas. Pemasukan di luar ketentuan tersebut termasuk pelanggaran berat dan tidak termasuk proses logistik internasional.
4. Limbah B3 Dan Limbah Berbahaya
Limbah bahan berbahaya dan beracun serta limbah B3 dilarang diimpor untuk mencegah kerusakan lingkungan. Pemerintah juga membatasi berbagai jenis limbah lain yang berpotensi menjadi beban pengelolaan di dalam negeri.
5. Barang Palsu yang Melanggar HKI
Produk tiruan yang melanggar merek dagang, hak cipta, atau paten berisiko ditahan dan dimusnahkan. Impor barang yang dilarang impor bisa menimbulkan gugatan dari pemilik merek asli dan merusak reputasi bisnis.
6. Barang dengan Muatan Pornografi dan Konten Terlarang
Produk barang yang dilarang impor adalah konten pornografi atau yang dianggap mengganggu ketertiban umum dilarang beredar di Indonesia. Barang seperti ini akan disita dan tidak mendapat izin edar.
7. Satwa dan Tumbuhan Dilindungi
Satwa langka, bagian tubuh satwa dilindungi, serta tumbuhan tertentu tidak boleh diimpor tanpa izin CITES dan otoritas konservasi. Aturan ini mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati.
8. Obat dan Produk Pangan Tertentu Tanpa Izin
Obat, suplemen, dan pangan olahan tanpa izin edar dari otoritas kesehatan juga dapat dikategorikan sebagaibarang barang yang dilarang impor. Impor produk ini berbahaya karena kualitas dan keamanannya tidak terjamin.
Dasar Hukum Larangan Impor Di Indonesia
Dalam proses logistik internasional, dasar hukum impor penting dipahami agar alur pengiriman selaras dengan regulasi. Regulasi ini menjadi rujukan Bea Cukai saat memeriksa dan menahan barang di perbatasan.
1. Undang-Undang Kepabeanan
Undang-Undang Kepabeanan mengatur pengawasan lalu lintas barang yang masuk dan keluar wilayah Indonesia. Aturan ini memuat kewajiban pelaporan, pemeriksaan, sampai sanksi pelanggaran kepabeanan.
2. Undang-Undang Perdagangan
Undang-Undang Perdagangan mengatur ketentuan umum impor, ekspor, serta penetapan barang larangan dan pembatasan. Pemerintah memakai dasar ini untuk menjaga persaingan usaha dan kepentingan nasional.
3. Peraturan Menteri dan Peraturan Teknis
Peraturan Menteri Perdagangan dan kementerian lain menetapkan daftar teknis barang Dilarang Impor dan Dibatasi Impornya. Daftar ini dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi dan kebijakan sektor tertentu.
4. Peraturan Khusus Barang Pindahan dan Barang Kiriman
PMK 25 Tahun 2025 memperjelas ketentuan impor barang pindahan beserta pembatasan jenis barang yang boleh dibawa. Ada pengaturan khusus untuk kendaraan bermotor dan alat transportasi lain yang masuk sebagai barang pindahan.
5. Regulasi Sektor Kesehatan dan Lingkungan
BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan aturan impor obat, pangan olahan, bahan kimia, serta limbah. Regulasi ini bertujuan menjaga keselamatan konsumen dan kelestarian lingkungan.
Risiko Mengimpor Barang Terlarang
Saat proses logistik internasional menyentuh barang yang masuk kategori larangan, konsekuensinya bisa sangat berat. Risiko menyentuh sisi finansial, hukum, hingga citra usaha.
1. Penyitaan dan Pemusnahan Barang
Barang terlarang bisa langsung ditahan Bea Cukai dan berujung pada pemusnahan. Nilai barang dan biaya pengiriman yang sudah keluar akan hilang begitu saja.
2. Denda dan Sanksi Administrasi
Importir pelanggar berpotensi terkena denda besar dan sanksi administrasi. Izin impor dapat dibekukan sehingga aktivitas bisnis ikut terganggu.
3. Proses Pidana dan Hukuman Penjara
Untuk kasus berat seperti narkotika, senjata, dan bahan peledak, pelanggar bisa menghadapi proses pidana. Ancaman hukuman sangat tinggi dan bisa memutus kelanjutan usaha.
4. Gangguan Arus Stok dan Cashflow
Barang tertahan di pelabuhan menghambat suplai ke gudang dan pelanggan. Cashflow macet karena modal tertanam di stok yang tidak bisa dijual.
5. Reputasi Bisnis Menurun
Mitra luar negeri akan menilai manajemen risiko perusahaan dari kejadian impor bermasalah. Citra negatif membuat negosiasi harga dan kerja sama jangka panjang menjadi lebih sulit.
5 Cara Menghindari Masalah Impor Barang Terlarang
Pengelolaan proses logistik internasional yang hati-hati membantu bisnis terhindar dari larangan impor. Beberapa langkah ini bisa diterapkan sebelum mengirim barang ke Indonesia.
1. Cek Regulasi Larangan dan Pembatasan Secara Berkala
Importir perlu rutin memantau daftar larangan dan pembatasan dari Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan. Setiap rencana impor baru sebaiknya dicek kesesuaiannya dengan regulasi terbaru.
2. Gunakan HS Code yang Benar
Penentuan HS Code yang tepat membantu klasifikasi barang di sistem kepabeanan. Kesalahan HS Code dapat memicu pemeriksaan lebih dalam dan memperlambat proses clearance dan mengurangi barang yang dilarang impor.
3. Lengkapi Dokumen Impor
Dokumen standard dalam proses logistik internasional seperti invoice, packing list, bill of lading, dan perizinan harus diisi jelas. Dokumen yang rapi mengurangi potensi penahananbarang yang dilarang impor karena perbedaan data.
4. Konsultasi dengan Ahli Bea Cukai dan Logistik
Importir pemula banyak terbantu dengan konsultasi bersama perusahaan logistik yang berpengalaman menangani ekspor impor. Ahli bisa menjelaskan aspek regulasi, teknis dokumen, sampai pengelolaan risiko biaya dan waktu.
5. Pilih Mitra Logistik yang Punya Jaringan Internasional
Mitra logistik yang memahami proses logistik internasional akan membantu penentuan rute, pilihan kapal atau pesawat, pergudangan, dan pengurusan dokumen. Dermaga Indonesia memiliki gudang di Indonesia, Guangzhou, dan Yiwu untuk mendukung arus barang ekspor impor secara terstruktur.
FAQ
Proses logistik internasional adalah rangkaian alur pengelolaan barang lintas negara dari pemasok sampai penerima akhir. Di dalamnya termasuk pengemasan, pengangkutan, pergudangan, dan distribusi.
Larangan impor dibuat untuk menjaga keamanan, kesehatan, lingkungan, serta ekonomi nasional. Pemerintah menghindari masuknya barang berisiko tinggi seperti narkotika, limbah B3, dan senjata ilegal.
Importir dapat memeriksa peraturan Bea Cukai, Permendag, dan regulasi teknis sektor terkait. Konsultasi dengan perusahaan logistik juga membantu menilai status komoditas.
Risikonya antara lain penyitaan dan pemusnahan barang, denda, proses pidana, serta kerusakan reputasi usaha. Dampaknya bisa mengganggu cashflow dan hubungan dengan mitra bisnis.
Pemula tetap bisa impor jika mempelajari aturan, menyiapkan dokumen, serta menggandeng mitra logistik yang berpengalaman. Pendampingan profesional membantu menjaga kelancaran proses logistik internasional dari awal hingga barang tiba.
Maksimalkan Proses Logistik Internasional Bersama Dermaga Indonesia
Bisnis yang ingin berkembang ke pasar global perlu mengatur proses logistik internasional dengan disiplin agar pengiriman stabil, legal, dan tepat waktu.Mengetahui barang yang dilarang impor dapat membantu menghindari larangan impor, denda, dan penundaan di pelabuhan yang merugikan usaha.

Source: Freepik
Untuk kebutuhan konsultasi jalur pengiriman, pengurusan dokumen, bea cukai, hingga fasilitas gudang di Indonesia dan China, manfaatkan layanan logistik Dermaga Indonesia sebagai partner yang memahami detail ekspor impor dari hulu ke hilir. Dengan dukungan tim yang berpengalaman dalam ekspor impor, bisnis bisa fokus pada pengembangan produk dan penjualan sementara proses logistik berjalan aman dan terkontrol.







